Olahraga

Bupati Bima : PGRI Harus Menjadi Wadah Perjuangan Aspirasi Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Avatar photo
22
×

Bupati Bima : PGRI Harus Menjadi Wadah Perjuangan Aspirasi Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260425 WA0086

BIMA, Satonda news, -Bupati Bima Ady Mahyudi, mengharapkan pelaksanaan Konkerkab dan KLB PGRI Kabupaten Bima dapat membawa kepemimpinan PGRI yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan menjadi wadah perjuangan aspirasi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal itu disampaikan Bupati Ady Mahyudi, Sabtu (25/4/26) saat menghadiri dan membuka secara resmi Konferensi Kerja Kabupaten I (Konkerkab I) dan Konferensi Luar Biasa (KLB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima Tahun 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Bima, Jalan Sultan Alauddin, Belo.

Konferensi yang mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas dan Bima Bermartabat” tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Wakil Ketua III PGRI Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Kaharudin, Ketua PGRI Kabupaten/Kota Bima, Ketua PGRI Kabupaten Dompu, para Ketua Pengurus Cabang PGRI se-Kabupaten Bima, para guru dan tokoh pendidikan.

Menurutnya, Konferkab dan KLB bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi PGRI agar semakin adaptif dan progresif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.

“Momentum ini hendaknya menjadi ajang konsultasi bersama, bukan kompetisi yang memecah kebersamaan. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, namun tujuan kita tetap satu, yaitu memajukan pendidikan di Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak jajaran pendidik untuk terus menjaga marwah profesi, meningkatkan kompetensi, serta membangun solidaritas demi terwujudnya guru yang bermartabat dan berdaya saing.

Sementara itu, Wakil Ketua III PGRI Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Kaharudin, menjelaskan, konferensi kerja merupakan forum penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program organisasi. Juga menjadi wahana setiap program yang telah dilaksanakan dapat dikaji bersama untuk mengetahui tingkat keberhasilan maupun kendala yang dihadapi, sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat bagi kemajuan organisasi. (Fik/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *